Siswa SMA Surabaya Siap Jujur Saat UN

JAKARTA - Tahun lalu, pelaksanaan ujian nasional (UN) santer dengan isu bocoran kunci jawaban dan tindak kecurangan lainnya. Padahal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengambil berbagai langkah antisipasi kecurangan UN.

Tahun ini, salah satu langkah antisipatif Kemendikbud menjelang UN adalah dengan menerapkan hingga 30 paket soal. Cara ini ditempuh untuk menangkis kecurangan dan kemungkinan siswa mencontek saat pelaksanaan ujian.


Meski demikian, siswa-siswa SMA/SMK/MA di Surabaya ini tidak ambil pusing. Mereka berikrar untuk jujur mengerjakan soal-soal UN. Kesiapan hati para pelajar Kota Pahlawan itu diwujudkan dalam pernyataan "Anti Nyontek" dengan membubuhkan tanda tangan di atas kain berukuran 1x5 m. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya dan melibatkan 200 siswa kelas XII.

Dikutip dari keterangan tertulis UM Surabaya kepada Okezone, Selasa (26/3/2013), salah satu siswa peserta, Fifi Yahya dari SMA Hidayatul Ummah, mengaku, acara ini sangat baik karena dapat memotivasi siswa-siswi yang akan mengadapi UN.

"Acara ini mengajari kami untuk menghadapi UN tanpa harus mencontek," ujar Fifi.

Aksi pernyataan "Anti Nyontek" itu diikuti dengan Seminar  Motivasi Sukses Ujian Nasional 2013. Seminar yang dihelat oleh Partnership and Enrollment Center (PEC) UM Surabaya itu menghadirkan pembicara Drs. Bagus Sanjoto,M.Si., dan Sandha Soemantri, S.Pd. Panitia berharap, dengan mengikuti kegiatan tersebut, para peserta UN 2013 akan percaya diri dan tidak mencontek saat ujian.(rfa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar