Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014

Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014  - by Yusuf Ananda
Selamat pagi/siang/sore/malam semuanya! Gue kembali lagi setelah menceritakan pengalaman gue melewati salah satu event yang krusial di kelas XII, yaitu Ujian Nasional. Kalian bisa baca pengalaman gue melewati UN 2014 di Cerita Perjuangan Kelas XII: Ujian Nasional SMA 2014 :)
Nah, setelah menceritakan pengalaman gue melewati Ujian Nasional dan lulus SMA dengan nilai memuaskan, gue mau berbagi pengalaman gue lagi nih melewati dua event yang sangat-sangat krusial di SMA karena kalau kalian mau masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri), kalian harus melewati event ini. SNMPTN dan SBMPTN. Perjuangan melewati SNMPTN dan SBMPTN gak kalah berat dari perjuangan melewati UN, bahkan lebih berat. Kenapa gue bisa bilang lebih berat? Karena SNMPTN dan SBMPTN itu prinsipnya untuk menyeleksi, sedangkan UN prinsipnya untuk evaluasi. Kita harus bersaing dengan semua anak kelas XII di seluruh Indonesia, bahkan banyak juga alumni SMA tahun-tahun sebelumnya yang ikut SBMPTN, untuk meraih kursi PTN yang sangat terbatas jumlahnya.

Pendaftaran SNMPTN 2015 ditutup kemaren, pastikan peserta tahu peraturan ini

Latar Belakang

Penerimaan mahasiswa baru harus memenuhi prinsip adil, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif dengan tidak membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa serta tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa dan kekhususan perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai penyelenggara pendidikan setelah pendidikan menengah menerima calon mahasiswa yang berprestasi akademik tinggi dan diprediksi akan berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi berdasarkan prestasi akademik. Siswa yang berprestasi tinggi dan secara konsisten menunjukkan prestasinya tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi calon mahasiswa melalui SNMPTN.
Dalam kerangka integrasi pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi, sekolah diberi peran dalam proses seleksi SNMPTN dengan asumsi bahwa sekolah sebagai satuan pendidikan dan guru sebagai pendidik selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kejujuran sebagai bagian dari prinsip pendidikan berkarakter. Dengan demikian, sekolah berkewajiban mengisi PDSS dengan lengkap dan benar, serta mendorong dan mendukung siswa dalam proses pendaftaran.

Persyaratan SNMPTN 2014 tak Berubah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia mengatakan tidak ada perbedaan syarat dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 dengan tahun lalu. Syarat-syarat yang diperlukan masih sama.
Beberapa syarat mengikuti SNMPTN, kata Ganjar, antara lain kepala sekolah harus mengisi data sekolah melalui  Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). PDSS ini  merupakan basis data yang berisikan rekam jejak kinerja sekolah dan prestasi akademik siswanya.

Pendaftaran SNMPTN 17 Februari – 31 Maret 2014

Jakarta – Jalur masuk ke perguruan tinggi negeri kembali di buka. Untuk tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengisyaratkan 60 persen minimal untuk jatah Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional (SNMPT).
Proses pendaftaran akan dimulai pada tanggal 17 Februari – 31 Maret 3014. Sedangkan proses seleksi dilakukan pada tanggal 1 April-26 Mei 2014. Ini berarti waktu yang cukup singkat bagi para peserta didik SMU dan sederajat untuk mempersiapkan diri.
Dengan minimal jatah 60 persen yang diberlakukan berarti ada separuh lebih kursi yang disediakan oleh PTN untuk jalur tersebut. Peluang masuk ke perguruan tinggi pun akan semakin besar.

Jatah Mahasiswa via SNMPTN 2014 Minimal 60% Kuota PT


Jakarta - Pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional (SNMPT) dimulai pada 17 Februari-31 Maret 2014 dengan proses seleksi pada 1 April-26 Mei 2014. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mensyaratkan perguruan tinggi memberikan jatah minimal yang cukup besar pada calon mahasiswa yang masuk pada jalur SNMPTN.

"Rumusannya, yang diterima melalui seleksi nasional minimal 60 persen," kata Mendikbud M Nuh saat ditanya berapa persentase jatah mahasiswa yang diterima PTN melalui SNMPTN 2014 ini.