Laman

Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014

Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014  - by Yusuf Ananda
Selamat pagi/siang/sore/malam semuanya! Gue kembali lagi setelah menceritakan pengalaman gue melewati salah satu event yang krusial di kelas XII, yaitu Ujian Nasional. Kalian bisa baca pengalaman gue melewati UN 2014 di Cerita Perjuangan Kelas XII: Ujian Nasional SMA 2014 :)
Nah, setelah menceritakan pengalaman gue melewati Ujian Nasional dan lulus SMA dengan nilai memuaskan, gue mau berbagi pengalaman gue lagi nih melewati dua event yang sangat-sangat krusial di SMA karena kalau kalian mau masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri), kalian harus melewati event ini. SNMPTN dan SBMPTN. Perjuangan melewati SNMPTN dan SBMPTN gak kalah berat dari perjuangan melewati UN, bahkan lebih berat. Kenapa gue bisa bilang lebih berat? Karena SNMPTN dan SBMPTN itu prinsipnya untuk menyeleksi, sedangkan UN prinsipnya untuk evaluasi. Kita harus bersaing dengan semua anak kelas XII di seluruh Indonesia, bahkan banyak juga alumni SMA tahun-tahun sebelumnya yang ikut SBMPTN, untuk meraih kursi PTN yang sangat terbatas jumlahnya.
Apa sih bedanya SNMPTN dan SBMPTN?

Disini gue mau mencoba menjelaskan secara gampang aja ya. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah seleksi yang penilaiannya berdasarkan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya. Jadi, SNMPTN ini gak ada ujian tulisnya, penilaiannya berdasarkan nilai rapor semester I s.d. V. Sebelum tahun 2013, SNMPTN ini namanya SNMPTN Undangan. Sedangkan, SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah seleksi yang penilaiannya berdasarkan nilai ujian tulis. Jadi, SBMPTN ini prinsipnya adalah ujian tulis. Sebelum tahun 2013, SBMPTN ini dikenal dengan nama SNMPTN Tulis. Semoga jelas ya penjelasan singkatnya!
Ok, let me begin to tell you my long journey!
Dari kecil, gue dari dulu pingin banget jadi dokter. Saat balita, kalo ditanya "Kamu mau jadi apa?," pasti gue bakal jawab "Mau jadi dokter." Namun, gue juga pernah berubah sih cita-citanya. Dulu pas SD gue sempet pingin jadi insinyur. Gak tau kenapa dulu gue pingin jadi insinyur, akhirnya pas SMP saat mulai belajar Fisika dan Biologi (Kimia pas SMP dikit banget, bisa dibilang gak belajar Kimia malah), gue meninggalkan cita-cita menjadi insinyur itu. Gue gak bisa Fisika. Gue lebih suka Biologi. Semenjak SMP, cita-cita gue adalah menjadi dokter.
Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014
-- timejump ke kelas XII semester 2 --
Tibalah saatnya mendaftar SNMPTN 2014. Di saat temen-temen gue masih bingung dengan jurusan yang mau mereka pilih, gue udah sangat fix dengan jurusan yang gue pilih.
Ya, Pendidikan Dokter.
Masalahnya, Pendidikan Dokter di PTN mana? Jujur, semenjak kelas X gue sangat mengidam-idamkan untuk menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Lebih tepatnya, menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. FKUI. Gue pun sering ngomong ke temen-temen gue, "Nanti kita ketemu lagi ya di UI," "Doain gue ya masuk FKUI," "Lo anak FEUI, gue anak FKUI! Aamiin." Namun, apakah gue masih yakin untuk memilih FKUI sampai tiba waktunya untuk mendaftar SNMPTN 2014? Sayang, jawabannya tidak.
Ternyata, banyak juga temen-temen gue yang nilainya jauh lebih tinggi dari gue yang juga memilih Pendidikan Dokter Universitas Indonesia. Lagipula, dari jalur undangan (SNMPTN), FKUI hanya mengambil satu siswa dari sekolah gue, SMAN 78 Jakarta, setiap tahunnya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya gue melepas niat gue untuk memilih Pendidikan Dokter Universitas Indonesia di jalur SNMPTN ini.

Setelah memutuskan, gue mencari referensi PTN selain Universitas Indonesia yang Fakultas Kedokterannya mempunyai akreditasi yang sangat baik. Akhirnya, gue memutuskan untuk memilih program studi Pendidikan Dokter di PTN yang berada di bumi Yogyakarta sana. Ya, gue memilih Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada sebagai pilihan gue di SNMPTN 2014 ini. Modal nekat, karena FK UGM tidak menerima siswa seorang pun lewat jalur undangan dari sekolah gue. Oh iya, sebetulnya gue kurang tepat menggunakan istilah "FK UGM" karena program studi di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada bukan hanya Pendidikan Dokter, melainkan juga terdapat Gizi Kesehatan dan Ilmu Keperawatan, tapi buat mempersingkat, gue pake istilah FK UGM aja ya untuk merujuk ke prodi Pendidikan Dokter nya. Terakhir, FK UGM menerima siswa dari sekolah gue dari jalur SNMPTN Undangan pada tahun 2011. Setelah itu, gak pernah ada lagi yang diterima di FK UGM lewat jalur undangan.

Ah, bisa aja tahun ini ada yang dapet, pikir gue. Selain itu, alumni 78 2013 juga ada yang diterima di FK UGM, tetapi lewat jalur SBMPTN. Siapa tau FK UGM menerima siswa lagi dari sekolah gue lewat jalur SNMPTN karena tahun lalu ada yang masuk FK UGM? Hehehe. Akhirnya, gue fix memilih Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada di jalur SNMPTN 2014.

Range waktu antara pendaftaran SNMPTN dan pengumuman SNMPTN panjang banget. Gue daftar SNMPTN pertengahan bulan Maret, sedangkan pengumumannya akhir Mei. Digantungin selama 2 bulan lebih oleh Panitia SNMPTN.
Nah, di range dua bulan itu, ada UN di bulan April. Jadi, setelah gue selesai daftar SNMPTN, gue langsung fokus UN. Nah di tahun ini, kabarnya nilai UN jadi pertimbangan buat penilaian SNMPTN. Akhirnya gue berusaha keras buat dapet nilai UN yang memuaskan. UN tahun ini soalnya bener-bener parah susahnya. Susah parah. Karena soalnya sulit, akhirnya gue percaya kalo nilai UN jadi salah satu penilaian untuk SNMPTN 2014.
Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014
Selesai UN, gue langsung lanjut intensif SBMPTN 2014. Intensif SBMPTN ini kerasa banget lamanya, kenapa? Mungkin karena masih menunggu SNMPTN. Karena masih digantungin, akhirnya gue males-malesan belajar intensifnya. Masuk terus sih intensifnya, tapi gue cuma belajar pas intensif di bimbel doang. Gue gak belajar lagi di rumah. Gue cuma murni belajar di bimbel. Kerasa banget males-malesannya, di saat temen-temen gue semangat ikut tambahan pelajaran, gue sering gak ikut. Dengan peringkat rapor gue yang menurut gue cukup progresif dan bagus (semester I: 142, semester II: 32, semester III: 32, semester IV: 13, semester V: 15), gue pede bisa lolos SNMPTN. Gue pede bakal dapat kata "Selamat" di web SNMPTN tanggal 27 Mei 2014. Intinya, gue pede.
Sekitar sebulan gue bermalas-malasan, semakin dekat pengumuman SNMPTN, gue semakin pede. Puncak keoptimisan gue adalah ketika pengumuman UN, gue meraih nilai ujian nasional yang sangat memuaskan, 56.40. Gue cek di link daftar 25 peraih nilai UN tertinggi, peringkat ke-25 mendapat nilai 56.60. Agak nyesek sih, coba aja gue dibenerin 1 soal di Biologi/Kimia/Matematika/Fisika, gue bisa dapet nilai 56.65. Gue bisa masuk di daftar itu. Namun dengan nilai yang hampir menyentuh daftar itu, gue optimis banget. Bahkan, temen gue bilang "Kalo nilai UN beneran jadi penilaian SNMPTN, gue yakin pasti lo dapet lah."
........
Beberapa jam sebelum pengumuman SNMPTN tanggal 27 Mei 2014, gue sangat-sangat deg-degan, tapi gue tetep optimis. Pengumuman diundur 12 jam, dari yang seharusnya sudah bisa dilihat jam 12 malam, diundur jadi jam 12 siang. Ahelah, bikin makin deg-degan aja.
Sekitar jam 11:40 siang, ternyata hasilnya udah bisa diliat di web-web mirror SNMPTN, salah satunya web mirror dari ITS. Sumpah, hp gue rame banget notifnya. Ditambah lagi hp nyokap juga rame banget dari grup orangtua siswa. Ternyata banyak juga yang lolos :") gue juga ikut seneng.. Tapi gue tetep gak mau buka hasilnya dari mirrornya. Gue mau buka langsung dari web SNMPTN dan webnya baru dibuka jam 12 tepat. Jam 12 tepat, ternyata udah bisa diliat pengumuman dari web SNMPTN nya. Sumpah gue gak bisa mendeskripsikan deg-degannya gue waktu itu. Gue mencoba merilekskan diri gue dulu dengan menonton TV.. karena kalo seandainya gue melihat hasilnya dengan keadaan gue yang sedeg-degan itu dan kalo gue gak lulus, gue bisa pingsan kali. *lebay*
Sekitar jam 12:20 akhirnya gue memberanikan diri setelah terus-terusan dipaksa nyokap buat ngeliat hasilnya. Gue ambil laptop yang sudah menyala dari kamar gue dan bawa laptopnya ke kamar ibu gue, lalu langsung membuka browser dan mengetik link web SNMPTN, pencet tombol enter, ternyata tampilannya sudah begini.
Langsung gue ketik nomor pendaftaran dan tanggal lahir gue... 
....
"Bismillahirrahmanirrahim," doa gue dan nyokap gue sebelum mengklik tautan dibawah tanggal lahir.
....
Gue klik LIHAT HASIL SELEKSI
...
Cepet juga websitenya, gak sampe 2 detik langsung keluar hasilnya. Gue scroll sedikit demi sedikit karena kata-kata lolos atau tidaknya terdapat di bawah halamannya jadi harus scroll...

Selamat ya Cup, lo telah di-php-in panitia SNMPTN. Sekali lagi, selamat!

"Gapapa kak, gapapa pasti ada maksud dibalik semua ini," kata nyokap memecahkan keheningan yang ada, tepat setelah gue melihat hasilnya.
Sedih. Kenapa gue harus ngeliat ini bareng orangtua? Seharusnya gue tadi liat diam-diam, tidak dengan ibu gue. Kesel, ternyata FK UGM gak menerima satu siswa pun dari sekolah gue lewat jalur SNMPTN, padahal yang memilih FK UGM di pilihan pertama ada sekitar 7 orang. Kenapa? Apakah sekolah gue kurang bagus? Mungkin, gue gak akan sesedih ini kalo aja ada 1 orang yang diterima di FK UGM walaupun orang itu bukanlah gue. At the very least, ada yang diterima. Kalo aja gue tau FK UGM gak akan mengambil satu siswa pun dari sekolah gue, gue gak akan ngambil FK UGM. Gue bakal mengambil prodi Pendidikan Dokter di PTN lain yang sudah pasti akan mengambil satu orang dari sekolah gue di jalur SNMPTN ini (kecuali UI, karena saingannya berat). Mungkin gue akan mengambil FK UNS, FK UB, FK Undip, atau yang lain kalo tau FK UGM gak mengambil satu siswa pun dari sekolah gue. Namun apa daya, hal itu emang gak bisa diketahui. Nasi sudah menjadi bubur, seharusnya gue lebih bijak dalam memilih prodi dan PTN di SNMPTN.
Gue mencoba buat gak berlama-lama bersedih hati. SBMPTN menunggu 3 minggu lagi, dan gue harus segera melanjutkan perjuangan gue. Gue gak mau menyia-nyiakan nikmat Tuhan yang memberi waktu 3 minggu untuk lebih serius berjuang. Gue mencoba bangkit setelah sekitar beberapa menit meratapi nasib ditolak di jalur SNMPTN. Gue berjanji akan lebih serius berjuang mendapatkan PTN.
 
Cerita Perjuangan Kelas XII menghadapi SNMPTN 2014 Terimakasih sudah menyunjung sSITUS SNMPTN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar